Kamis, 05 Agustus 2010

Gudek Abimanyu Semarang


Gudeg Abimanyu yang dulunya bernama Gudeg Mbok Buthak/Mbok Dul ini ternyata bersejarah cukup panjang, mungkin sekitar 8 dasawarsa sedikitnya. Mbok Buthak alias Mbok Dul lah yang pertama kali berjualan di pinggir jalan Hasanudin sekarang di kisaran akhir tahun 1920-an, awal 1930-an.. kenapa dipanggil Mbok Buthak, ya karena memang rambutnya yang botak.

Berjualan di pinggir jalan Hasanudin sampai dengan tahun 1950-an membuat gudeg ramuan Mbok Dul menjadi kuliner favorit banyak warga Semarang. Sajian yang mak nyus, tradisional, menggerus lezat dan nikmat ujung syaraf perasa di lidah menjadikan gudeg Mbok Dul melegenda.

Rabu, 04 Agustus 2010

Sego Boranan Makanan Khas Lamongan

Selain soto ayam dan tahu campur, makanan Lamongan yang terkenal adalah sego boranan. Penyajiannya mirip nasi sambal di Surabaya. Namun, wadah dan bahan sambalnya yang membuat makanan ini khas dan sulit ditemukan di tempat lain. Memasuki gerbang lengkung Kota Lamongan, tertulis slogan Lamongan Kota Soto. Soto ayam merupakan masakan khas daerah yang terletak di pantai utara Jawa Timur ini. Namun, jika menjelajahi kota tersebut, ragam makanan lainnya bakal Anda temukan.

Antara lain tahu campur, sego boranan, tahu tek, wingko babad, dan jumbreg. Jika sego boranan mirip nasi sambal, jumbreg lebih mirip talam. Tahu campur dan tahu tek sering dijumpai di berbagai kota, sama halnya dengan wingko. Sedang, sego boranan dan jumbreg hanya dapat ditemui di Lamongan.

Senin, 02 Agustus 2010

Ashhabul-Kahfi

Begitu masyhurnya kisah ini, dengan kekuasaan-Nya, Allah SWT menidurkan sekelompok pemuda yang berlindung di sebuah gua selama 309 tahun. Apa hikmah di balik ini semua?

Ashhabul Kahfi adalah para pemuda yang diberi taufik dan ilham oleh Allah SWT sehingga mereka beriman dan mengenal Rabb mereka. Mereka mengingkari keyakinan yang dianut oleh masyarakat mereka yang menyembah berhala. Mereka hidup di tengah-tengah bangsanya sembari tetap menampakkan keimanan mereka ketika berkumpul sesama mereka, sekaligus karena khawatir akan gangguan masyarakatnya.

Bid'ah (dlalalah)

Al-Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa`di rahimahullah memaparkan tentang bid`ah : "Bid`ah adalah perkara yang diada-adakan dalam agama. Sesungguhnya agama itu adalah apa yang datangnya dari Nabi SAW sebagaimana tersurat dalam Al Qur'an dan As-Sunnah. Dengan demikian apa yang ditunjukkan oleh Al Qur'an dan As-Sunnah itulah agama dan apa yang menyeleweng dari Al Qur'an dan As-Sunnah berarti perkara itu adalah bid`ah. Ini merupakan defenisi yang mencakup dalam penjabaran arti bid`ah. Sementara bid`ah itu dari sisi keadaannya terbagi dua :

Pertama : Bid`ah I'tiqad (bid`ah yang bersangkutan dengan keyakinan)
Bid`ah ini juga diistilahkan bid`ah qauliyah (bid`ah dalam hal pendapat) dan yang menjadi patokannya adalah sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam kitab sunan :
"Umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya berada dalam neraka kecuali satu golongan".
Para shahabat bertanya : "Siapa golongan yang satu itu wahai Rasulullah ?.
Beliau menjawab : "Mereka yang berpegang dengan apa yang aku berada di atasnya pada hari ini dan juga para shahabatku".

Gudek Abimanyu Semarang


Gudeg Abimanyu yang dulunya bernama Gudeg Mbok Buthak/Mbok Dul ini ternyata bersejarah cukup panjang, mungkin sekitar 8 dasawarsa sedikitnya. Mbok Buthak alias Mbok Dul lah yang pertama kali berjualan di pinggir jalan Hasanudin sekarang di kisaran akhir tahun 1920-an, awal 1930-an.. kenapa dipanggil Mbok Buthak, ya karena memang rambutnya yang botak.

Berjualan di pinggir jalan Hasanudin sampai dengan tahun 1950-an membuat gudeg ramuan Mbok Dul menjadi kuliner favorit banyak warga Semarang. Sajian yang mak nyus, tradisional, menggerus lezat dan nikmat ujung syaraf perasa di lidah menjadikan gudeg Mbok Dul melegenda.

Sego Boranan Makanan Khas Lamongan

Selain soto ayam dan tahu campur, makanan Lamongan yang terkenal adalah sego boranan. Penyajiannya mirip nasi sambal di Surabaya. Namun, wadah dan bahan sambalnya yang membuat makanan ini khas dan sulit ditemukan di tempat lain. Memasuki gerbang lengkung Kota Lamongan, tertulis slogan Lamongan Kota Soto. Soto ayam merupakan masakan khas daerah yang terletak di pantai utara Jawa Timur ini. Namun, jika menjelajahi kota tersebut, ragam makanan lainnya bakal Anda temukan.

Antara lain tahu campur, sego boranan, tahu tek, wingko babad, dan jumbreg. Jika sego boranan mirip nasi sambal, jumbreg lebih mirip talam. Tahu campur dan tahu tek sering dijumpai di berbagai kota, sama halnya dengan wingko. Sedang, sego boranan dan jumbreg hanya dapat ditemui di Lamongan.

Ashhabul-Kahfi

Begitu masyhurnya kisah ini, dengan kekuasaan-Nya, Allah SWT menidurkan sekelompok pemuda yang berlindung di sebuah gua selama 309 tahun. Apa hikmah di balik ini semua?

Ashhabul Kahfi adalah para pemuda yang diberi taufik dan ilham oleh Allah SWT sehingga mereka beriman dan mengenal Rabb mereka. Mereka mengingkari keyakinan yang dianut oleh masyarakat mereka yang menyembah berhala. Mereka hidup di tengah-tengah bangsanya sembari tetap menampakkan keimanan mereka ketika berkumpul sesama mereka, sekaligus karena khawatir akan gangguan masyarakatnya.

Bid'ah (dlalalah)

Al-Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa`di rahimahullah memaparkan tentang bid`ah : "Bid`ah adalah perkara yang diada-adakan dalam agama. Sesungguhnya agama itu adalah apa yang datangnya dari Nabi SAW sebagaimana tersurat dalam Al Qur'an dan As-Sunnah. Dengan demikian apa yang ditunjukkan oleh Al Qur'an dan As-Sunnah itulah agama dan apa yang menyeleweng dari Al Qur'an dan As-Sunnah berarti perkara itu adalah bid`ah. Ini merupakan defenisi yang mencakup dalam penjabaran arti bid`ah. Sementara bid`ah itu dari sisi keadaannya terbagi dua :

Pertama : Bid`ah I'tiqad (bid`ah yang bersangkutan dengan keyakinan)
Bid`ah ini juga diistilahkan bid`ah qauliyah (bid`ah dalam hal pendapat) dan yang menjadi patokannya adalah sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam kitab sunan :
"Umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya berada dalam neraka kecuali satu golongan".
Para shahabat bertanya : "Siapa golongan yang satu itu wahai Rasulullah ?.
Beliau menjawab : "Mereka yang berpegang dengan apa yang aku berada di atasnya pada hari ini dan juga para shahabatku".